Ternyata keberadaan Yayasan Al Ittihad Barabai Kalimantan Selatan sudah lama dikenali di jajaran pondok pesantren seantero Nusantara. Pendiri tertera beberapa orang, termasuk Ustadz Haji Muhammad Shaleh dan Ustadz Haji Abdul Kadir Jaelani. Kalau KH. Muhammad Thaha, Ustadz Haji Abdullah dan Ustadz Haji Muhammad As'ad, peran aktif mereka dominan di Balikpapan Kalimantan Timur utamanya dalam hal penggalangan dana, maka Ustadz Haji Muhammad Shaleh, Ustadz Haji Abdul Kadir Jaelani bersama saudara-saudaranya serta ayahanda Ustadz Muhammad Gazalie menggawangi pembangunan dan pendidikan di Barabai Kalimantan Selatan. Semoga keberadaan Yayasan Al Ittihad Barabai Kalimantan Selatan membawa kebaikan bagi kemajuan agama yang sama kita cintai. Postingan by : Abdullah bin Muhammad Gazalie Mohon sertakan link jika ingin membagikan postingan ini
DZURRIAT DIPASANTA Konon kabarnya Kiyai Dipasanta berasal dari Sumedang. Didalam kitab Syajaratul Arsyadiah buah karya Syekh Abdurrahman Shiddiq bin Muhammad Afif (datu Landak) bin Anang Mahmud bin Jamaluddin bin Kiyai Dipasanta, nama lengkap beliau adalah AHMAD bin PARDI bin AHMAD. Menurut keterangan dari Taberani bin Kiyai Hajji Muhammad Shaleh Antasan Senor Martapura, ketika Syech Abdurrahman Shiddiq (Kampung Kopi Barabai) berkunjung ke pulau Jawa, beliau beroleh keterangan bahwa Kiyai Dipasanta punya saudara yang bernama DIPA ASMA dan DIPA JAYA. Kiyai Dipasanta (Ahmad bin Pardi bin Ahmad) beristeri (nama belum diketahui), berketurunan tiga orang, yaitu Haji MUHAMMAD AMIN, Haji ABDULLAH dan Haji JAMALUDDIN . Penyusun : Abdulah bin Siti Zainab binti Hajji Thalib bin Hajjah Jawiyah binti Halimah binti Zainab binti Maryam binti Asiah binti Sa'idah binti Giyat. Mohon sertakan Link jika ingin membagikan postingan ini
KEUNIKAN FIGUR DIPASANTA 1. Pihak Kesultanan Banjar menganggap Dipasanta yang bersaudara dengan Dipaatma dan Dipajaya bagian dari kerabat mereka. Hal itu didasarkan pada keyakinan mereka bahwa Dipasanta adalah suami dari Gusti Kanifah saudari dari Sultan Sulaiman. 2. Pihak Bani Arsyadi menganggap Dipasanta yang bernama lengkap Ahmad bin ParDi bin Ahmad, adalah salah satu menantu Sayyidis Syekh Kalampayan. Hal ini berdasar pada ungkapan tiga tokoh, yaitu Guru Shaleh Antasan Senor, Guru Irsyad Zein dan Guru Mahmud Shiddiq yang didengar langsung oleh bapak Taberani bin Guru Muhammad Shaleh Antasan Senor, ketika ketiganya berkumpul dikediaman beliau. Namun ketiga tokoh tersebut tidak menyebutkan nama isteri Dipasanta. 3. Dari dzuriyat Dipasanta tidak sedikit yang mengadakan perkawinan dengan dzuriyat Abdul Manaf bin Kiyai Martapati yang dikenal banyak menurunkan ulama-ulama besar. Abdul Manaf bin Kiyai Martapati diklaim termasuk dzuriyat Datu Palaja...
Komentar
Posting Komentar