Pembelajaran Sifat 20 #Keduapuluh
#Keduapuluh.
Bermula jika telah diketahui akan artinya wajib aqli dan wajib syar'ie, bahwa keduanya berlainan ma'na.
Maka apabila dikata WAJIB ATAS TIAP-TIAP MUKALLAF, maka maksudnya itulah WAJIB SYAR'IE.
Dan jika dikata WAJIB BAGI ALLAH TA'ALA atau WAJIB'BAGI RASUL, maka maksudnya itulah WAJIB AQLI.
Dan demikian pula jika dikata JA-IZ BAGI ALLAH TA'ALA atau HARUS BAGI ALLAH TA'ALA, maka maksudnya itulah JA-IZ AQLI.
Dan jika dikatakan JA-IZ BAGI MUKALLAF MEMBUAT....(matsalan) maka maksudnya yaitulah JA-IZ SYAR'IE jua adanya.
Keterangan :
Matsalan = umpamanya.
Dengan pembahasan Rukun Agama yang tiga diatas, maka diketahui bahwa ada kesamaan penamaan, namun berbeda pada istilah.
WAJIB misalnya, disamping ada pada hukum aqli juga ada pada hukum syar'ie.
Demikian
pula dengan istilah HARUS pada hukum aqli berbeda jauh dengan harus pada hukum
syar'ie.
Komentar
Posting Komentar