Ringkasan Riwayat Hidup Nabi Muhammad SAW.

 

 
 
NABI MUHAMMAD SAW

1. Masa kelahirannya
Dilahirkan pada malam Senin tanggal dua belas bulan Rabiul Awwal tahun gajah.
Ayahnya bernama Abdullah sedangkan Ibunya bernama Aminah.


2. Nashab Ayahda dan Ibunya
Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab. Ibunya bernama Aminah binti Wahhab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab.


3. Kewafatan Ayahnya
Sewaktu berada dalam kandungan, ayahnya berniaga ke negeri Syam. Dalam perjalanan pulang ayahnya terserang penyakit hingga wafat dan dimakamkan di kota Madinah.


4. Ibu Susunya
Setelah selama tiga hari disusui oleh Ibunya, beberapa hari disusui oleh Tsuawibatul Aslamiyyah, selanjutanya dia disusui dan diasuh oleh Halimatussa'diyyah hingga berusia empat tahun.


5. Kewafatan Ibunya
ketika berumur enam tahun Ibunya bersama Ummu Aiman membawanya ke kota Madinah untuk mengunjungi sanak keluarga dan menziarahi makam ayahnya di sana. Dalam perjalanan pulang sesampainya mereka didesa Abwa, Ibunya terserang sakit hingga wafat dan dimakamkan di desa tersebut. Selanjutnya dia dipelihara oleh Ummu Aiman dan dibiayai oleh kakeknya Abdul Muthallib.


6. Kewafatan Kakeknya
Ketika umurnya delapan tahun kakeknya Abdul Muthalib wafat. Selanjutnya dia dipelihara oleh pamannya Abu Thalib yang memeliharanya dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri.


7. Bertemu Ahli Kitab Buhaira
Ketika Nabi berumur Sembilan tahun dia turut serta dengan pamannya berniaga ke negeri Syam. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Rahib tersebut kenal akan tanda-tanda kenabiannya dan berpesan kepada Abu Thalib untuk selalu menjaga dan mengawasinya.


8. Menikah dengan Sayyidah Khadijah
Ketika Berumur dua puluh lima tahun Nabi Muhammad SAW bersama Maisarah berniaga ke negeri Syam membawakan barang dagangan Sayyidah Khadijah. Dua bulan kemudian menikahlah beliau dengan Sayyidah Khadijah yang kala itu sudah berumur kurang lebih empat puluh tahun.


9. Menjadi Pendamai
Ketika berumur tiga puluh lima tahun, Nabi turut serta bersama kaum Quraisy memperbarui Ka'bah yang rusak tersebab banjir. Dan beliau diangkat oleh kaum Quraisy menjadi hakim diantara mereka tentang peletakan hajarul aswad pada tempatnya.


10. Kaumnya Memberi Gelar Al Amin
Nabi Muhammad dikenal oleh kaum Quraisy memiliki berbagai perangai terpuji. Mereka cinta dan hormat kepadanya, sehingga memberinya gelar Al Amin artinya orang yang layak dipercaya.


11. Senang Menyendiri
Allah SWT memelihara Nabi Muhammad SAW dari amal-amal jahiliyyah. Ketika umurnya hampir empat puluh tahun beliau senang menyendiri untuk beribadah di gua Hira. Ibadah yang dia jalankan sesuai dengan syari'at datuknya Nabi Ibrahim As.


12. Diangkat Menjadi Rasul
Ketika umur Nabi Muhammad SAW genap empat puluh tahun, Allah SWT mengangkatnya menjadi Rasul. Ketika beliau berada di gua Hira Allah utus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu dan mengajarkan kepadanya bagaimana memimpin manusia agar beroleh keselamatan dunia dan kebahagiaan akherat.


13. Da'wah Secara Sembunyi
Nabi Muhammad SAW memulai da'wahnya dengan cara sembunyi. Orang yang pertama mengimani kerasulannya adalah Sayyidah Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah.


14. Da'wah Dengan Terang-terangan
Setelah Lebih kurang tiga tahun da'wah dengan sembunyi Allah perintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berda'wah dengan terang-terangan. Maka beliau kumpulkan kaumnya dan para kerabatnya, kemudian dia sampaikan akan ancaman adzab Allah SWT bagi mereka yang mempersekutukan Allah dengan lainnya. Diantara yang menentang ajakan tersebut adalah paman beliau sendiri yang bernama Abu Lahab.


15. Keadaan Akhlaq Orang Arab Jahiliyyah
Akhlak orang Arab jahiliyyah sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW sangat rusak. Mereka jadikan berhala sebagai sesembahan, membunuh anak laki-laki, menanam hidup-hidup anak perempuan, mudah berbunuhan walau tersebab alasan yang sangat kecil sekalipun. Da'wah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW bertentangan dengan kebiasaan dan akhlak mereka tersebut, hingga merasa terganggulah mereka. Bertukarlah kecintaan mereka kepadanya menjadi kebencian, semula membenarkan menjadi mendustakan dan yang semula membantu menjadi penghalang.


16. Bujukan Untuk Menghentikan Da'wah
Tatkala Nabi menyatakan tidak layak berhala dijadikan sesembahan dan perbuatan pendahulu mereka yang mengajak mereka melakukan demikian sesat, maka berusalah kaum kafir Quraisy untuk menghentikan da'wah Nabi Muhammad SAW dengan mendatangi Abu Thalib agar dia berusaha membujuk Nabi untuk menghentikan da'wahnya. Setelah kaum kafir Quraisy berulang kali mendatanginya maka Abu Thalib pun menyampaikan keinginan mereka tersebut kepada keponakannya, namun Nabi menolaknya. Abu Thalib memaklumi keputusan beliau bahkan mendukungnya.


17. Hijrah yang Pertama
Karena upaya bujukan penghentian da'wah tidak berhasil, mulailah kaum kafir Quraisy melakukan penekanan kepada Nabi Muhammad SAW dengan menyakiti dan mengejek beliau. Namun semua yang mereka lakukan itu beliau hadapi dengan tabah dan shabar. Kemudian gangguan itu mereka tujukan pula kepada sahabat-sahabat Nabi, tiap kabilah melakukan penyiksaan terhadap siapa saja yang memeluk agama Islam dari golongan mereka dengan siksaan yang tidak manusiawi. Nabi memerintahkan kepada sebagian sahabatnya untuk berhijrah ke negeri Habsyah. Berangkatlah sahabatnya untuk berhijrah ke negeri Habsyah. Berangkatlah sepuluh orang laki-laki dan lima orang perempuan ke negeri tersebut. Inilah hijrah pertama dalam Islam. Tiga bulan kemudian kembalilah mereka ke kota Mekkah. Pada waktu inilah Hamzah bin Abdul Muthallib dan Umar bin Khattab masuk Islam.


18. Hijrah yang kedua
Gangguang dari kaum kafir Quraisy semakin hari semakin kejam, hingga mereka memboikot Nabi dan sanak keluarganya. Siapapun tidak boleh berhubungan dengan beliau. Keputusan tersebut mereka tuangkan pada sepucuk surat yang mereka tempelkan di dinding ka'bah. Hal ini terjadi pada tahun ketujuh kenabian. Dan ditahun ini pulalah Nabi perintahkan kepada para sahabatnya untuk kembali berhijrah ke negeri Habsyah. Maka berangkatlah tiga puluh tiga orang laki-laki dan empat belas perempuan.


19. Terbebas dari Pemboikotan
Pada tahun kesepuluh kenabian para jagoan Quraisy merobek surat pemboikotan, sehingga bebaslah Nabi bersama sanak keluarganya dari kepungan dan tahanan kaum kafir Quraisy. Tiga tahun lamanya Nabi beserta sanak keluarganya diboikot. Dan selama itu mereka tidak beroleh makanan melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi. Ditahun ini pula datang utusan kaum Nasrani Najran untuk menyatakan keislaman mereka. Pada tahun ini pula wafat istri beliau tercinta Sayyidah Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Ditahun ini pula Nabi nikah dengan Saudah dan bercampur dengannya. Kemudian beliau menikah dengan 'Aisyah tapi belum bercampur dengannya.


20. Hijrah ke Thaif
Setelah kewafatan istri dan pamannya, gangguan kaum kafir Quraisy semakin bertambah hebat. Maka hijrahlah Nabi ke Thaif menuju Bani Tsaqif. Di Thaif ini pun
Nabi berda'wah namun penduduk disana menolak ajakannya bahkan mereka melemparinya dengan batu hingga terluka. Setelah lebih kurang satu bulan disana kembalilah Nabi ke Mekkah.


21. Di Isra Mi'rajkan
Pada tahun kesebelas kenabian Allah muliakan Nabi Muhammad SAW dengan Isra Mi'raj. Pada ketika itu diwajibkan shalat lima waktu. Di tahun ini Nabi mendatangi kabilah-kabilah dan mengajak mereka memeluk agama Islam. Maka berimanlah enam orang dari bangsa Arab Madinah.


22. Perluasan Penyiaran Islam Hingga ke Madinah
Tahun kedua belas kenabian datanglah dua belas orang Arab Madinah mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya, kemudian kembalilah mereka ke kampung halamannya.
Pada tahun ketiga belas kenabian kembali datang tujuh puluh tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan dari Madinah menyatakan keislamannya dihadapan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian makin berkembang luaslah agama Islam di kota Madinah. Pada tahun ini Nabi perintahkan para sahabatnya untuk berhijrah ke kota Madinah.


23. Perintah Hijrah Buat Nabi Muhammad SAW
Tatkala hijrahnya para shahabat diketahui oleh kafir Quraisy, maka berencanalah mereka untuk membinasakan Nabi Muhammad SAW. Maka Allah perintahkan beliau untuk berhijrah ke kota Madinah.
Pada malam ketika Nabi hendak berhijrah, rumah beliau dikelilingi oleh kaum kafir Quraisy. Mereka akan membunuh beliau tatkala keluar rumah. Ketika Nabi keluar dari rumahnya Allah buat mereka tertidur dengan sangat nyenyak, sehingga dengan leluasa beliau melewati kepungan mereka. Nabi bersama Abu Bakar berangkat menuju gua Hira dan menyembunyikan diri di sana selama tiga malam. Mereka kembali meneruskan perjalanan hingga sampai di sebuah tempat yang bernama Quba pada tanggal dua bulan Rabi'ul Awwal. Nabi bersama Abu Bakar menetap di sana selama dua puluh dua malam. Di Quba ini Nabi sempat mendirikan Masjid. Di tahun ketiga belas kenabian ini pula Allah perintahkan kewajiban shalat Jum'at.


24. Menetap Di Kota Madinah
Ketika Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar sampai pada jurusan kota Madinah mereka disambut dengan penuh kemeriahan oleh penduduk tersebut. Lalu singgahlah beliau di rumah Abi Ayyub Al Anshari. Nabi mengutus orang untuk menjemput keluarganya yang masih menetap di kota Mekkah. Maka datanglah keluarganya ke Madinah dengan ditemani oleh Abdullah bin Abu Bakar. Kaum Quraisy menghalang-halangi kaum lemah untuk turut berhijrah. Lalu Nabi mendo'akan mereka dalam sembahyang. Inilah asal mula adanya do'a qunut.



==============================



Penyusun : Abdullah bin Muhammad Gazalie
Pengajar Yayasan Al-Ittihad Barabai Kalimantan Selatan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengakuan Keberadaan Yayasan Al-Ittihad Barabai

Dzurriat Dipasanta

KEUNIKAN FIGUR DIPASANTA