Lanjutan (7) Ta'alluq Sifat Ma'ani

 
Keterkaitan bahas ta'alluq dengan hukum aqli
===================================
Secara umum pembahasan ilmu aqa-id (ilmu tauhid) acuan
dasarnya hukum aqli.
Tidak terkecuali ketika membahas masalah ta'alluq ini.

1. Ta'alluq sifat qudrat dan iradat.
----------------------------------------
Sifat qudrat dan iradat berta'alluq kepada hal yang ja-iz , tidak kepada hal yang wajib ataupun hal yang mustahil.

Keberadaan mumkinat nilainya ja-iz, bukan wajib bukan pula mustahil.

Wajib dan mustahil nilainya tetap tidak berubah, sedangkan ja-iz tidak tetap, bisa berubah-ubah.

Pada sesuatu yang berubah-ubah itulah kita dapat merasakan adanya yang mengubah-ubah.
Efek dari menyadari hal demikian, disatu sisi ada muncul rasa takut (khauf), pada sisi lain muncul harap (raja).
----------------
Menyusul penjelasan tentang ta'alluq sifat sama' dan bashar.
Insya Allah.

****************************

2. Ta'alluq sifat sama'dan bashar.
---------------------------------------
Ta'alluq sifat sama' dan bashar Allah kepada segala yang maujud, baik maujud qadim ataupun hadits maujud.

Berarti pula ta'alluq sifat sama' dan bashar Allah kepada hal
yang bernilai wajib dan hal bernilai yang ja-iz, tidak pada hal yang bernilai mustahil.

Adanya Allah pada nilai wajib bukan mustahil, adanya selain Allah pada nilai ja-iz bukan pula mustahil.

Efek dari menyadari bahwa sifat sama' dan bashar Allah yang berdiri kepada dzat-Nya yang terus menerus ada, kita yang adanya tidak mustahil tidak ada ini berupaya untuk mengerjakan apa yang Dia perintahkan serta berhindar dari melakukan apa yang Dia larang.

****************************

3. Ta'alluq sifat ilmu dan sifat kalam.
----------------------------------------------
Sifat ilmu dan sifat kalam Allah berta'alluq kepada ketiga hukum aqli, yaitu wajib, mustahil dan ja-iz.

Dengan ilmu-Nya yang luas tanpa batas Allah ketahui segala sesuatu, baik yang pasti adanya (wajib), yang pasti tidak adanya (mustahil) hingga sesuatu yang tidak pasti baik adanya atau tidak adanya (ja-iz).

Dengan kalam-Nya Allah tunjukkan :
-segala hal yang pasti adanya (wajib),
-segala hal yang pasti tidak adanya (mustahil) bahkan
-segala hal yang tidak pasti baik adanya atau tidak adanya (ja-iz).

Sesuatu yang wajib, seperti Allah bersifat qudrat (mampu).

Tidak ada yang lebih tahu tentang kemampuan diri-Nya itu selain Dia sendiri.

Dan bahwa diri-Nya bersifat qudrat Allah tunjukkan lewat firman-Nya (kalam-Nya) dalam Al Qur'anul Karim.

Sesuatu yang mustahil, seperti Allah bersifat lemah.
Tidak ada lebih tahu nilai kemustahilan lemah pada diri-Nya itu melainkan Dia sendiri.
Dan bahwa diri-Nya mustahil bersifat lemah itu Allah tunjukkan pada kalam-Nya yang mulia.

Sesuatu yang ja-iz seperti mencipta makhluk dan mengubah-ubah apa yang ada pada makhluk-Nya.
Tidak ada yang mengetahui dengan pasti apa yang akan Allah cipta dan apa yang akan Dia perbuat terhadap ciptaan-Nya, melainkan Dia.
Dan bahwa Dia bebas memperbuat apa juapun kepada makhluk-Nya itu Allah beritahukan lewat kalam-Nya yang agung.


*************************************

Selesai, Maret 2022 M
Sya’ban 1443 H

Penulis : Abdullah bin Muhammad Gazalie



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengakuan Keberadaan Yayasan Al-Ittihad Barabai

Dzurriat Dipasanta

KEUNIKAN FIGUR DIPASANTA