Pembelajaran Sifat 20 #Kelimapuluhdelapan
Maka nyatalah kelaziman kekayaan Tuhan jalla wa'azza dari tiap-tiap lainnya dan berkehendak tiap-tiap lainnya kepada-Nya dengan lima puluh aqa-id yang telah tersebut itu.
Maka terbahagilah lima puluh aqa-id ini dengan dua bagian.
Bermula dua puluh delapan aqa-id lazim masuknya pada :
استغناءه تعالى عن كل ما سواه
dan dua puluh dua aqa-id lazim masuknya pada :
افتقار كل ما عداه اليه سبحانه تعالى
sebagaimana lagi akan datang tersebut dibelakang ini dengan dua puluh lima aqa-id, maka bersama-sama lawannya yang tiada tertulis disini menjadi sekalian itu lima puluh aqa-id.
Maka sekaliannya itu ada didalam ma'na
لا
مستغنيا عن كل ما سواه
ومفتقرا البه كل ما عداه الا الله
Keterangan :
Dipaham dari uraian diatas dan photo lembar kesepuluh kitab susunan Habib Utsman bin Abdullah bin Agil bin Yahya ini, bahwa kelima puluh aqa-id yang telah disebutkan itu :
1. Dua puluh delapan aqa-id masuk pada ma'na lazim ISTIGHNA dengan rincian :
* wujud, qidam, baqa', mukhalafah lilhawadits, qiyamuhu binafsih (serta masing-masing mustahilnya),
* sama', bashar, kalam, sami'un, bashirun dan mutakallimun (serta masing-masing mustahilnya),
* تنزهه تعالى عن الأغراض في افعاله وأحكامه
* لا يجب عليه فعل شيء من الممكنات ولا تركه
* لا تأثير لشئ من الكائنات بقوته
(serta masing-masing mustahilnya).
2. Dua puluh dua aqa-id masuk pada ma'na lazim IFTIQAR dengan rincian :
* wahdaniat (serta mustahilnya),
* qudrat, iradat, ilmu, hayat, qadirun, muridun, alimun, dan hayyun (serta masing-masing mustahilnya),
* لا تأثير لشئ من الكائنات بطبعه
* حدوث العالم بأسره
( serta mustahil keduanya).
NB.
ISTIGHNA = Allah tidak berhajat kepada selain-Nya.
IFTIQAR = Allah mampu memenuhi hajat selain-Nya.
Komentar
Posting Komentar